MENYIKAPI KEBISINGAN BERSAMA RAMADHAN
Submitted by admin on Wed, 07/09/2014 - 07:05
Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan
dari Sang Pencipta untuk semua hamba-Nya yang beriman, bulan yang agung
untuk pelebur dosa bagi umat muslim, itulah mengapa Ramadhan selalu
ditunggu-tunggu oleh setiap umat Islam yang merindukannya, begitu banyak
keistimewaan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya.
Penghormatan terhadap Ramadhan itu pun sangat
dirasakan oleh musisi rock Bondan Prakoso. Ia tak ingin kesempatan besar
setahun sekali ini berlalu begitu saja, di bulan puasa ini Bondan tetap
beraktifitas seperti biasanya, bahkan ia merasa lebih bersemangat lagi
dalam menjalani aktifitas kesehariannya. Sebagai seorang musisi rock ia
pun memiliki sisi kehidupan religius yang kental, semua itu tercermin
dari sederet karya lagunya yang sarat dengan lirik-lirik penuh filosofi
keagamaan.
Seiring kondisi pesta demokrasi yang telah banyak
menguras energi masyarakat luas di negeri ini, Bondan merasakan
kebisingan dan hingar-bingar yang luar biasa dalam kemelut pertarungan
politik yang telah sempurna memeras konsentrasi masyarakat dari yang
semestinya tenang berdampingan menjalankan kewajiban beribadah di bulan
suci Ramadhan.
Tidak hanya pertarungan politik yang beringas,
sorak sorai perayaan piala 'sepak bola' dunia pun telah banyak menyerap
perhatian masyarakat luas, sehingga bulan yang agung dan penuh rahmat
ini terasa cukup kerdil.
Menyimak kondisi yang tengah berlangsung tersebut
Bondan merasa sangat prihatin, sebagai musisi muslim ia berusaha untuk
tidak goyah dengan situasi Ramadhan yang menurutnya kurang kondusif
akibat perpolitikan yang sedang memuncak. Namun demikian, ia justru
merasa sangat berterima kasih kepada Sang Khalik, karena disaat politik
yang sedang panas bergejolak dan hiruk-pikuk kompetisi piala dunia,
Ramadhan justru menjadi obat penenang bagi dirinya.
Berikut beberapa kutipan yang sempat kami himpun
saat sedang berbincang-bincang dengan Bondan di sela kesibukannya di
bulan Ramadhan baru-baru ini. "Kebisingan dan hingar bingar pemberitaan
mengenai pilpres, orang-orang yang mendadak mahir berpolitik,
kampanye-kampanye hitam yang mengaburkan pandangan mata hati kita akan
yang hak dan yang bathil, belum lagi pesta pora piala dunia, semua itu
membuat saya sulit untuk menentukan sikap, hati seakan dipermainkan
dengan segala ketidak pastian. Namun Alhamdulillah, Ramadhan kali ini
benar-benar telah memberikan saya berbagai solusi dalam menyikapi
kondisi yang ada. Ramadhan kali ini betul-betul seakan menyekap,
mengisolasi, serta menggurui saya untuk dapat lebih memahami arti dari
semua ini." jelasnya.
Bondan memandang bulan Ramadhan selalu mempunyai
sesuatu yang sama sekaligus berbeda. "Di setiap bulan Ramadhan, saya
selalu merasakan atmosfir yang sama, udara yang sama, nuansa yang sama,
dan kenikmatan yang sama, namun hikmahnya selalu berbeda. Tahun ini,
selain punya banyak waktu untuk mengintrospeksi diri, saya dan istri
juga mendapat kesempatan untuk mengenalkan nikmat berpuasa kepada putri
tercinta kami, Kara. Ini merupakan hal yang baru dan sama sekali berbeda
dari bulan-bulan Ramadhan sebelumnya." ungkapnya. Bondan juga bercerita
bahwa saat ini ia sedang fokus mempersiapkan proses penggarapan
beberapa video musik dalam waktu dekat ini. SD/07/09/2014
Sumber : www.bondanprakoso.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar